Senyum pagi...Itulah pertama kali yang aku lihat saat membuka rolling door ruko, wajah yang ceria dan senyum sumringah dari tetangga sebrang jalan "pak miswanto" namanya. kadang aku melambaikan tangan sambil membalas senyuman dan menyapa "sampun ngopi dereng pak...?" dan dia akan balik senyum..hehe
"iya..."
Seperti itulah setiap pagi, bila dia ada didepan rumah, senyum dan sapaan yang berbeda. kurang lebih baru 4 tahun kenal pak Miswanto didesa ini, tapi baru akrab 2 tahun terakhir, karna balai pengobatanku pindah tepat di sebrang jalan depan rumahnya.
merasa beruntung mempunyai tetangga yang baik hati. bila waktu senggang kami sering ngopi bareng dan ngobrol apa saja mulai dari berita yang lagi tenar di TV, politik, perkembangan gosip terhangat di desa atau malah cerita masa kecil yang lucu, kocak bahkan konyol..
tiga bulan lalu setiap sore kami sering maraton bareng sambil lari-lari kecil banyak hal yang dia bicaran, banyak kata-kata bijak yang dia sampaikan entah sadar apa tidak "karna sambil lari lari hehe" banyak nasehat yang dia berikan dan aku sangat menyukainya. bila terlalu serius, aku akan mengalihkan pembicaraan yang lucu lalu dia tertawa dengan tawa besarnya yang khas...hahaha..dia mempunyai selera humor yang baik.
setelah dia sibuk dengan hoby barunya yaitu menyangkul, kami jarang maraton.."lebih baik nyangkul ya mas, terus bisa namam sayuran gitu lebih manfaat,,, kan sama2 olahraga" katanya.. "iya pak, nanti aku bantu dengan do'a" lalu kami tertawa..haha.
setiap sore aku lebih sering lihat pak miswanto nyangkul dikebunya yang tepat bersebelah dibalai pengobatan ruko yang aku sewa... dikebun pak miswanto dan istri bagai dua sejoli yang mesra, kadang aku bercanda dengan menyapa "ehemm lagi pacaran niye..." suasanapun berubah yang tadi romantis mendadak penuh canda tawa...haha. "makanya mas aci buruan nikah...biar gak sendiri terus,bisa romantis kayak gini.." kata istri pak mis. aku cuma senyum-senyum "jodohkan Allah yang ngatur buk..hehe"
kami memang tetangga baik.
hidup didesa, yang awalnya aku pindahan dari palembang.
kota yang terkenal dengan makanan khasnya empek-empek. faktanya empek empek inilah yang membuat aku kembali kedesa,,, ya aku pindah setelah aku gagal membangun usaha franchese empek-empek di usia 20tahun, usaha yang dalam angan-angan akan sukses dan mempunyai cabang disetiap kota, usaha itu seketika bangkrut setelah orang tua mengetahui dan tidak merestui...hmm itu hanya masa lalu.
kembali pada tetanggaku yang baik hati
kami sering berangkat kemasjid bersama setiap magrib, berangkat pengajian sama-sama setiap malam jum'at, berangkat ronda bareng, kami begitu akrab walau usia kami beda 25tahun.
terkadang istri pak miswanto sering ngasih kue,makanan bahkan hasil kebunnya yang dia tanam. mereka adalah tetangga yang baik dan kaya hati, berbeda saat aku tinggal di kota. lingkungan kota yang membuat setiap orang menjadi individualis dan merasa cuek.
aku begitu mencintai desa ini dan semua orang-orangnya yang baik dan ramah walau ada juga sebagian juga yang tidak ramah...bukan tidak ramah..!!!mungkin waktu lg menyapa dia lagi banyak pikiran aja hehe
inilah kisah tetangga yang baik dan kaya hati... aku percaya bila seseorang menanam kebaikan dia akan menuai yang baik pula.. karna alam ini mempunyai keseimbangan.
Salam manis.
Aci Purwanto
----------------
17 juni 2014
No comments:
Post a Comment